• Beranda
  • /
  • Indonesia Dorong Kedaulatan Kesehatan Global lewat Produksi Lokal di Forum WHA79

Indonesia Dorong Kedaulatan Kesehatan Global lewat Produksi Lokal di Forum WHA79

Jenewa, 18 Mei 2026

Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan kesehatan global melalui penguatan produksi lokal dan regional. Komitmen tersebut disampaikan dalam Side Event World Health Assembly (WHA) ke-79 bertajuk “Advancing Local Production for Equitable Access, Resilient Health Systems, and Global Health Security” di WHO Headquarters, Jenewa, Senin (18/5).

Kegiatan ini diselenggarakan bersama Developing Countries Vaccine Manufacturers Network (DCVMN) dengan dukungan dari Afrika Selatan, Belanda, Brasil, Nigeria, Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), Regionalized Vaccine Manufacturing Collaborative (RVMC), serta the Vaccine Alliance (Gavi).

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pandemi COVID-19 membuktikan tantangan terbesar kesehatan global bukan terletak pada sains, melainkan ketimpangan akses dan lemahnya koordinasi. Menurutnya, penguatan manufaktur lokal menjadi fondasi utama dalam menghadapi pandemi di masa depan.

“Kedaulatan kesehatan harus dibangun sejak sekarang sebelum krisis berikutnya datang,” ujar Menkes Budi.

Menkes juga memaparkan capaian ketahanan kesehatan domestik Indonesia. Di sektor farmasi, Indonesia kini memiliki empat produsen vaksin dengan teknologi maju dan mampu memproduksi 42 bahan baku obat (active pharmaceutical ingredients/API) secara mandiri. Selain itu, Indonesia telah membangun fasilitas fraksionasi plasma pertama serta memproduksi 20 alat kesehatan dengan tingkat konsumsi tertinggi di dalam negeri.

Dalam forum tersebut, Indonesia juga resmi mengumumkan diri sebagai tuan rumah 4th World Local Production Forum (WLPF) 2027 yang akan digelar di Bali.

“Kami berharap forum di Bali nanti menjadi momentum penting untuk mengubah komitmen global menjadi aksi nyata, terutama dalam membangun ekosistem produksi vaksin dan alat kesehatan yang inklusif,” tambah Budi.

Acara ini dihadiri para menteri kesehatan, regulator, dan organisasi internasional. Menteri Kesehatan Belanda Sophie Hermans turut menyampaikan sambutan bersama para pembicara dari Nigeria, Afrika Selatan, Brasil, serta perwakilan WHO, Gavi, dan Africa CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika).

Melalui forum ini, Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai pemimpin Global South dalam mendorong sistem kesehatan dunia yang lebih tangguh, mandiri, dan berkeadilan.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id. (UW/HY)

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik

Aji Muhawarman, ST, MKM

Sumber